Milangkala Ke-17 Kecamatan Jatinunggal, ‘Kawisat Kulit Maung Jatinunggal’
SUMEDANG, eljabar.com — Nuansa bertemakan Pohon Kawung atau Aren serta dengan berbagai hasil olahannya seperti Nira dan Gula Kawung, tampak dominan menghiasi hari perayaan Milangkala ke-17 Kecamatan Jatinunggal tahun 2018.
Tak heran, karena memang sekarang ini Kecamatan Jatinunggal ingin lebih mengangkat produk unggulannya, yaitu Gula Kawung Jatinunggal.
Hal tersebut sebagaimana dikemukakan Camat Jatinunggal, Ate Hadlan Adi Gunawan pada saat menyampaikan laporannya dihadapan Pjs. Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto, pada acara Karnaval dalam rangka Event Budaya HUT ke-17 Kecamatan Jatinunggal, yang diselenggarakan di halaman kantor Kec. Jatinunggal, Rabu, (9/5/2018).
“Event Budaya dalam rangka Milangkala Kecamatan Jatinunggal tahun ini, mengambil tema ‘Kawisat Kulit Maung Jatinunggal’, yang itu merupakan sebuah akronim dari Kawasan Wisata Alam Kuliner Tradisi Masyarakat Unggulan Jatinunggal,” ungkap Ate.
Menurut Ate, Jatinunggal sampai dengan saat ini masih menjadi produsen terbesar gula kawung.
Kendati demikian, dirinyapun mengakui kalau kini Pohon Kawung sebagai bahan baku pembuatan gula kawung, jumlahnya sudah jauh berkurang.
Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan adanya inovasi dan krativitas dari para petani kawung, sehingga, apa yang telah menjadi ikon kulinerJatinunggal yakni gula kawung, dapat tetap dipertahankan.
“Momentum milangkala ke-17 saat ini, kami seluruh masyarakat Kec. Jatinunggal ingin mengangkat produk unggulan gula kawung, yang memang gula kawung jatinunggal ini sudah terkenal,” ujarnya.
Namun demikian, berkaitan dengan terus berkurangnya Pohon Kawung di Jatinunggal, maka aspek budidaya Pohon Kawungpun harus diperhatikan, sehingga gula kawung Jatinunggal bisa terus dilestarikan,” sambungnya.
Selain komoditas unggulan gula kawung, diterangkan Ate lebih lanjut, apabila potensi alam yang dimiliki Jatinunggal tak kalah menarik.
“Selain potensi gula kawung, potensi alam lainnyapun cukup banyak tersedia di sini, sebut saja Pantai Cinangsi yang merupakan daerah perbatasan dengan Kec. Jatigede, serta air terjun yang berada di beberapa desa di Jatinunggal,” paparnya.
Ate meyakini, apabila berbagai potensi yang tersedia di wilayahnya tersebut mampu dikembangkan, maka akan mampu menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat Kec. Jatinunggal.
Sementara itu, Pjs. Bupati Sumedang, Sumarwan berharap, produksi gula kawung ke depan harus lebih kreatif dan inovatif, sehingga akan mampu mengangkat perekonomian masyarakat Jatinunggal lebih meningkat.
“Saya kira, komoditas ekonomi yang bisa dikerjakan oleh semua masyarakat di sini adalah gula kawung. Hanya saja, ke depan, untuk produksi gula kawung ini tidak sebatas membuat gula glondongan saja, tapi terus teliti sehingga bagaimana pemanfaatan gula kawung jatinunggal menjadi memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, yang akhirnya bisa mengangkat perekonomian masyarakat di sini (Jatinunggal) lebih baik lagi,” tandas Sumarwan.
Selain itu, terkait pengembangan wisata di wilayah Jatinunggal, Sumarwan mengajak kepada seluruh stakeholder yang ada di Kec. Jatinunggal untuk mulai menata beberapa wilayah yang memiliki potensi wisata alam.
“Mari, kepada seluruh stakeholder dan elemen masyarakat Jatinunggal, untuk bersama-sama dalam hal menata pengelolaan berbagai potensi yang tersedia di sini,” ujarnya.
Terkait Pantai Cinangsi yang merupakan pantai dari Bendungan Jatigede, Sumarwan mengatakan bahwa dalam hal pengelolaan Pantai Cinangsi untuk bisa menjadi daerah wisata, memang diperlukan adanya koordinasi dengan pihak Satker bendungan.
“Nanti kita kerjasamakan dengan pihak Satker (Bendungan Jatigede), sehingga bisa kita kembangkan lagi menjadi daerah wisata yang lebih maju,” tukasnya.
Terkait penyelenggaraan Karnaval dalam rangka Event Budaya HUT ke-17 Kecamatan Jatinunggal saat itu, menurut keterangan pihak panitia penyelenggara, kegiatan telah dimulai sejak hari Senin sampai dengan Rabu hari ini, dengan menampilkan berbagai seni dan budaya, seperti Pameran, Kuda Renggong, Pencak Silat, Senam Kostum Unik, yang semua pagelaran tersebut seluruhnya bertemakan gula kawung. (abas)







