Cuaca Kurang Mendukung, Hari Ketiga Paragliding World Championship di Batudua Delay

SUMEDANG, eljabar.com — Memasuki Hari ketiga dari rangkaian kegiatan Paragliding World Championship And Culture Festival yang dijadwalkan hari ini di Batudua Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu Kabuapten Sumedang Delay (ditinda). Pasalnya hal tersebut karena faktor cuaca yang kurang mendukung.

“Bukan gagal tapi kita bilang hari ini tidak ada penerbangan dikarenakan kondisi cuaca di Indonesia hari ini sedang anomali  sehingga tidak bis dipaksakan,” kata Meet Director Bodhi Asoka Suprana  Kamis (24/10/2019) di lokasi Paragliding Batudua Sumedang.

Dikatakan, para atlet paralayang tingkat dunia ada disini. Mereka ikut membaca cuaca hari ini. “Top pilot dunia dari rangking 1 sampai 10 tingkat dunia disini. Kita dapat informasi dari pilot-pilot ini yang padai membaca cuaca sehingga saya juga sudah bertanya ke beberapa stasiun pemantau cuaca disini untuk mendapatkan hasil yang mirip dan hasunya hari ini angin  diketinggian 2000 meter dimana tempat kita bermain itu kecepatannya mencapai 40 KM per jam,” katanya.

“Sedangkan glider paralayang kita diciptakan untuk untuk terbang dibawah 35 Km perjam. Atau tac koff pun di batasi hingga 15 KM, jadi kalau saya tack off kan hari ini mereka tidak akan ada yang berani tack off. Walaupun mereka pilot terbaik 1-10 dunia tapi mereka tidak akan mau terbang karena faktor anomali cuaca hari ini. Dan hal seperti ini  normal karena pasti ada dimanapun kejuaraan manapun,” jelasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, maka biasanya kegiatan seperti ini waktuny sekitar satu Minggu. “Makannya kejuaran country biasanya 1-7 hari karena ini  menyangkut cuaca juga dengan nyawa manusia. Kita akan tunggu ke hari berikutnya.” Pungkasnya. (Abas)

Advertisement

Categories: Olahraga