Melalui Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21) Diharapkan Mendapatkan “Satu Data Keluarga Indonesia Yang Benar” – El Jabar

Melalui Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21) Diharapkan Mendapatkan “Satu Data Keluarga Indonesia Yang Benar”

ETI MARLIATI, SPD, MSI
(Penyuluh KB Ahli Madya, Kab. Bandung BKKBN Prop. Jabar)

Pendataan Keluarga 2021 akan segera dilaksanakan, mulai tanggal 1 April sampai dengan 31 Mei 2021 dan dilakukan oleh penyuluh Keluarga Berencana dan Kader Petugas Pendata BKKBN yang sudah terlatih di seluruh Indonesia. yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020 karena  adanya pandemi Covid-19 jadi harus ditunda baik pelaksanaan maupun pendanaanya pada tahun 2021.

Pendataan Keluarga berbeda dengan Sensus Penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, perbedaan yang paling jelas adalah dari sasarannya yaitu kalau sensus penduduk sasarannya adalah jelas penduduk itu sendiri (jiwa) sedangkan pendataan keluarga menyasar keluarga. Kenapa pendataan keluarga menyasar keluarga ini disebabkan karena agenda pembangunan kerap menjadikan keluarga sebagai sasaran utama, Pendataan Keluarga merupakan kegiatan lima tahunan BKKBN untuk mendapatkan data keluarga Indonesia. Hal ini sesuai dengan Undang-undang No 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga.

Peraturan tersebut  mengamanatkan bahwa dalam rangka mendukung penyelenggaraan perkembangan Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) diperlukan Data dan Informasi Keluarga yang dikelola dalam sistem informasi keluarga (SIGA).
Dengan Pendataan Keluarga ini Harapannya dapat memperoleh data mikro yang valid yang tidak hanya bermanfaat bagi BKKBN tetapi juga pihak terkait yang membutuhkannya.

PK21 ini akan dilakukan dengan dua cara, sistem pendataan secara langsung dan sistem pendataan secara online melalui aplikasi Smart Phone. “Selain melakukan pendataan secara langsung, para petugas juga akan menggunakan penginputan melalui aplikasi di Android atau smartphone.

Salah satu yang istimewa dari Pendataan Keluarga tahun 2021 adalah didatanya ibu hamil dan bayi/balita untuk mendapatkan data sebagai deteksi dini stunting.

Stunting merupakan gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pada tahun 2019 survei membuktikan sekitar 30 persen balita Indonesia mengalami stunting. Oleh karena itu BKKBN ingin mengetahui dimana persebaran stunting yang ada di Indonesia melalui pelaksanaan.

Pendataan Keluarga tahun 2021 sehingga BKKBN sebagai leading sektor penanganan stunting bisa memberikan program tepat sasaran bagi balita stunting.

Melalui pendataan keluarga diharapkan hadir “satu data keluarga Indonesia.”

Apa yang membuat data Pendataan Keluarga ini menjadi unggul ???

pertama adalah mendapatkan data mikro yang terperinci karena berbasis keluarga (1 Keluarga berpotret by name by adress), data Kependudukan ini merupakan profil Desa yang bisa dijadikan Program Kerja untuk Desanya masing2.

kedua adalah data Keluarga Berencana / data primer yang mutakhir, karena wawancara langsung dilapangan dan setiap saat/periodik dapat di “update”.

ketiga adalah Mendapatkan Data tentang Pembangunan Keluarga yang memetakan mulai dari Kesejahteraan Keluarga baik Sandang, Pangan sampai tingkat Pendidikannya Sehingga mendapatkan data riil,

Untuk mensukseskan Pendataan Keluarga tahun 2021 ini kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak baik Pemerintah, Pengambil Kebijakan, Masyarakat, dan mengajak kepada semua Keluarga, Mari sukseskan Pelaksanaan PK21 yang akan mendata Seluruh Keluarga di Jawa Barat, sambut Petugas Kader Pendata di rumah masing-masing dan berikan data yang jujur dan benar, sehingga menjadikan Pendataan Awal Perencanaan.

“BERENCANA ITU KEREN”

Categories: Kronik