Pemkab Sumedang akan Evaluasi Perijinan Pembangunan Pemukiman - El Jabar

Pemkab Sumedang akan Evaluasi Perijinan Pembangunan Pemukiman

SUMEDANG, eljabar.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang akan mengambil langkah tegas menyikapi pernyataan pemerintah pusat terkait evaluasi ijin pembangunan dan pengembangan pemukiman di lokasi rawan longsor.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan saat di wawancara secara virtual melalui video conference yang disiarkan secara langsung dalam program Prime Time Metro TV, Jum’at (15/01/2020).

“Kami tidak akan pernah mengeluarkan ijin untuk perumahan di perbukitan atau daerah hijau. Kita akan evaluasi setiap ijin, walaupun sudah keluar jika berpotensi bencana akan kita cabut. Sekarang sedang kita data karena banyak sekali pemukiman di Cimanggung,” ujarnya.

Erwan menjelaskan, mengikuti arahan dari Menteri PUPR dan Kepala BNPB, sebagai upaya pencegahan terjadinya longsor susulan, rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan lokasi relokasi di sejumlah desa di wilayah Cimanggung.

“Kami dari Pemda akan segera mencari lokasi relokasi yang strategis tidak jauh dari Desa di Cimanggung. Insya Allah dalam waktu dekat akan kami siapkan lahannya,” jelas Wabup Sumedang.

Sebelum terjadi musibah longsor, kata Erwan, jauh jauh hari Pemda Sumedang sudah merencanakan relokasi warga di wilayah tersebut. Namun, karena terkendala biaya yang sangat besar rencana tersebut belum bisa direalisasikan.

“Sebelumnya sudah rencana ada tapi terkendala biaya. Dalam waktu jangka menengah, biaya yang dibutuhkan untuk merelokasi warga kurang lebih 200 milyar,” jelasnya.

Erwan pun merasa bersyukur karena rencana tersebut pada akhirnya bisa terealisasi dengan adanya penawaran bantuan dari pemerintah pusat melalui beberapa kementerian untuk segera merelokasi warga dilokasi bencana.

“Alhamdulillah, ada penawaran dari Menko PMK, PUPR, Kemensos dan BNPB untuk merelokasi warga. Kami sangat merespon atas penawaran tersebut,” kata Erwan.

Terakhir, terkait update proses hasil evakuasi dilapangan, kata Erwan, sampai tadi malam jumlah total korban sudah ada 24 jenazah yang ditemukan dan teridentifikasi. Sedangkan 16 korban lainnya sampai saat ini masih dalam proses pencarian.

“Kalau cuacanya bagus, mudah-mudahan hari ini bisa selesai karena melihat progres cukup bagus bagus dan banyak yang ditemukan dalam beberapa hari terakhir ini,” katanya.

Erwan menambahkan, adapun kendala yang dihadapi para petugas evakuasi adalah masalah cuaca yang tidak menentu. Untuk antisipasi, kini pihaknya telah kerjasama dengan BMKG  memasang alat pendeteksi pergerakan tanah di lokasi longsor.

“Apabila terjadi pergerakan tanah akan kita hentikan karena membahayakan jiwa para relawan dan para petugas di lokasi longsor,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan