Sejumlah Permasalahan Layanan Kesehatan di Jabar - El Jabar

Sejumlah Permasalahan Layanan Kesehatan di Jabar

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, elJabar.com – Secara nasional jumlah tenaga medis di lingkungan Jawa Barat cukup  tinggi. Namun itu semua tidak bisa memberikan jaminan dalam hal kualitas pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Jawa Barat.

Masalahnya salah satu yang menjadi persoalan, yakni adanya kesenjangan dalam jumlah tenaga medis dan masih kurangnya jumlah rumah sakit yang dibutuhkan di Jawa Barat.

Tapi kenyataannya jumlah tersebut menurut Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Barat, Dadang Kurniawan, belum mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal bagi masyarakat Jawa Barat.

“Kesenjangan jumlah tenaga medis yang tersebar di beberapa daerah di Jawa Barat, menjadi salah satu faktor. Maka pelayanan kesehatan belum berjalan optimal,” ujar Dadang Kurniawan, kepada elJabar.com.

Ternyata tenaga medis yang ada di Jawa Barat, belum merata sebarannya. Di beberapa wilayah, masih terjadi penumpukan sumber daya manusia. Tapi di wilayah lainnya, masih terjadi kekurangan yang cukup signifikan.

“Untuk kedepannya, diharapkan Pemprov Jabar mampu membuat terobosan baru dengan langkah konkrit. Mampu untuk  mengurangi kesenjangan tenaga medis di sejumlah daerah terpencil,” harapnya.

Namun kesenjangan itu juga, tidak hanya terjadi pada tenaga medis saja. Tetapi juga, pada jumlah dokter yang ada. Sehingga hal tersebut akan berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat Jabar. Memang Jabar tidak kekurangan dokter, karena seperempat dari jumlah dokter di Indonesia ada di Jabar.

Namun dengan adanya kesenjangan dalam sebaran jumlah dokter spesialis di sejumlah kabupaten/kota, itulah problem yang harus diselesaikan Pemprov Jabar saat ini.

Sebagai Ketua Komisi 5 DPRD Jabar, Dadang Kurniawan, akan mendorong eksekutif untuk mengakomodasi penyelesaian sejumlah permasalahan tersebut. Sehingga untuk kedepannya, tidak ada lagi keluhan-keluhan terkait kekurangan dokter spesialis, dalam memaksimalkan layanan kesehatan.

“Kami siap mendukung pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, untuk merealisasikan program peningkatan layanan kesehatan di Jabar,” janjinya.

Permasalahan lainnya diluar tenaga medis dan dokter, problem dalam layanan kesehatan di Jawa Barat, juga seputar masalah jumlah ideal rumah sakit yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

Demi kebutuhan kualiats layanan kesehatan, Provinsi Jawa Barat harus menambah jumlah Rumah Sakit baru. Maka jika ingin memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi sekitar 50 juta penduduk, setidaknya dari jumlah rumah sakit yang ada sekitar 105, Pemprov Jabar harus menambah lagi sekitar 35 rumah baru.

“Karena penambahan rumah sakit ini sangat penting. Kebutuhan jumlah ideal rumah sakit ini, untuk memberikan layanan kesehatan secara maksimal, bagi masyarakat Jabar,” ujarnya.

Sehingga dengan meningkatnya pelayanan kesehatan, tentunya akan berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Terlebih di tengah masa pandemi global Covid-19, indeks kesehatan pun kini harus lebih menjadi fokus Pemprov Jabar, disamping indeks pendidikan dan indeks daya beli.

“Semoga indeks kesehatan Jabar terus naik. Sehingga berpengaruh terhadap meningkatnya angka IPM, tingkat kesejahteraan masyarakat Jabar,” harapnya.

Dengan adanya pandemic Covid-19 saat ini, semoga bisa menjadi pelajaran dalam mengukur tingkat kesiapan layanan kesehatan, baik dalam saat normal maupun saat ada pandemic.

Karena diluar kondisi seperti pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, jumlah rumah sakit, layanan tenaga medis, dokter dan ruangan perawatan, masih sering kekurangan. Apalagi kalau ada wabah yang tidak terduga, seperti Covid-19 ini.

“Oleh karena itu, penting sekali untuk menambah jumlah rumah sakit, maupun ruang perawatan pasien di rumah sakit yang sudah berdiri dibangun. Begitu juga dengan pemerataan sebaran tenaga medis dan dokter,” pungkasnya. (muis)

Categories: Adikarya Parlemen,Politik