Regional

Suhendar Maju Calon Ketua PWI Kabupaten Bandung 2026–2029, Tawarkan 5 Program Unggulan

KAB BANDUNG, eljabar.com – Bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung periode 2026–2029, Suhendar, mulai mematangkan langkah pencalonannya dengan menawarkan lima program unggulan untuk memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta mendorong kesejahteraan anggota.

Suhendar mengambil formulir pendaftaran calon ketua dengan disaksikan seluruh panitia konferensi. Pengambilan formulir tersebut menjadi bagian dari tahapan pencalonan menjelang Konferensi PWI Kabupaten Bandung yang dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026.

Dalam pencalonannya, Suhendar mengusung semangat persatuan, transparansi, dan penguatan organisasi. Ia menilai, PWI Kabupaten Bandung ke depan perlu semakin solid, harmonis, dan profesional agar mampu menjawab tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.

“Motivasi saya ingin mempersatukan rekan-rekan di organisasi agar PWI ke depan semakin maju, lebih harmonis, dan profesional,” kata Suhendar.

Menurutnya, soliditas anggota merupakan modal penting dalam membangun organisasi wartawan yang sehat dan berwibawa. Karena itu, kepemimpinan PWI harus mampu menciptakan ruang komunikasi yang terbuka, menjaga kebersamaan, serta memastikan tata kelola organisasi berjalan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Suhendar mengungkapkan, dirinya juga mulai melakukan konsolidasi dengan sejumlah anggota yang menyatakan kesiapan untuk mendukung pencalonannya.

Lima Program Unggulan Suhendar untuk PWI Kabupaten Bandung

Dalam upaya memperkuat organisasi, Suhendar menawarkan lima program yang diarahkan pada kemandirian kelembagaan, peningkatan kualitas layanan anggota, transparansi pengelolaan organisasi, penguatan komunikasi internal, dan kesejahteraan wartawan.

Pertama, membentuk dana abadi PWI Kabupaten Bandung.

Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian organisasi melalui sumber pendanaan yang dapat menopang kebutuhan kelembagaan dalam jangka panjang. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, dana abadi diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung keberlangsungan program-program organisasi.

Kedua, menggratiskan kartu anggota PWI Kabupaten Bandung.

Suhendar ingin menghadirkan kemudahan layanan keanggotaan melalui kebijakan penggratisan kartu anggota. Gagasan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan anggota sekaligus upaya menghadirkan pelayanan organisasi yang lebih mudah diakses.

Ketiga, memperkuat kelembagaan melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Menurut Suhendar, kepercayaan anggota harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan organisasi. Karena itu, pengelolaan kelembagaan perlu dilakukan secara terbuka, tertib, dan bertanggung jawab agar setiap kebijakan serta program kepengurusan dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.

Keempat, membangun komunikasi yang lebih intensif dan harmonis.

Ia menilai komunikasi menjadi kunci untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan. Melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan, berbagai persoalan internal diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah sehingga tidak berkembang menjadi perpecahan.

Kelima, mendorong peningkatan kesejahteraan anggota.

Suhendar berharap PWI tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi para wartawan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Peningkatan kesejahteraan menjadi salah satu perhatian agar organisasi dapat berperan lebih luas dalam mendukung kehidupan dan keberlangsungan profesi wartawan.

Kelima program tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya membangun PWI Kabupaten Bandung yang lebih mandiri, terbuka, solid, dan berorientasi pada kepentingan anggota.

Ia berharap gagasan yang ditawarkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi anggota dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode mendatang.

 

Bergabung dengan PWI Sejak 2018

Suhendar bukan sosok baru di lingkungan PWI Kabupaten Bandung. Ia mengaku telah bergabung dengan organisasi tersebut sejak 2018, dimulai dengan mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) hingga menjadi anggota tetap.

Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi dirinya untuk memahami dinamika organisasi, membangun hubungan antarang­gota, serta memperkuat komitmen dalam memajukan organisasi wartawan di Kabupaten Bandung.

Baginya, PWI memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga marwah profesi kewartawanan. Tanggung jawab tersebut perlu diwujudkan melalui peningkatan profesionalisme, penguatan solidaritas, serta pengelolaan organisasi yang sehat dan berintegritas.

“Harapan saya, PWI Kabupaten Bandung semakin maju, lebih sejahtera, lebih berwibawa, dan seluruh rekan-rekan tetap kompak dalam hal apa pun,” tuturnya.

Suhendar berharap proses pencalonan Ketua PWI Kabupaten Bandung tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan membangun organisasi yang semakin profesional serta memberikan manfaat bagi seluruh anggota.

 

Tiga Bakal Calon Telah Mengambil Formulir

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi PWI Kabupaten Bandung 2026, Ziyan M. Nasyith, menyampaikan bahwa hingga hari kelima tahapan pencalonan, sudah ada tiga orang yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua.

Ketiga nama tersebut adalah Rustandi, Asep Syahrial, dan Suhendar. Namun, hingga keterangan disampaikan, baru Asep Syahrial yang mengembalikan formulir beserta dokumen persyaratan kepada panitia.

Panitia menetapkan Kamis, 29 Oktober 2026, sebagai batas akhir pengembalian formulir pendaftaran. Selanjutnya, seluruh berkas yang masuk akan diteruskan kepada PWI Jawa Barat dan PWI Pusat untuk menjalani proses verifikasi sesuai mekanisme organisasi.

Konferensi PWI Kabupaten Bandung dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026. Panitia berharap seluruh tahapan pencalonan dapat berjalan tertib dan lancar sehingga proses pemilihan ketua dapat dilaksanakan sesuai jadwal dan ketentuan organisasi.

Dengan berbagai gagasan yang ditawarkan, pencalonan Suhendar menjadi bagian dari dinamika menjelang Konferensi PWI Kabupaten Bandung 2026. Kontestasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan profesionalisme, memperbaiki tata kelola kelembagaan, dan mendorong kesejahteraan wartawan di Kabupaten Bandung. ***

Show More
Back to top button