Sumedang Perketat Pemudik, Emil Nilai PSBB Jawa Barat Berhasil

SUMEDANG, eljabar.com — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama para kepala daerah se-Jawa Barat menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Provinsi Jawa Barat melalui video conference, Sabtu (16/05/2020).

Dalam rapat tersebut  pelaksanaan PSBB di tiap Kabupaten/kota se-Jawa Barat dievaluasi dan hasilnya menjadi dasar keputusan bagi para kepala daerah dalam menindaklanjuti penerapan PSBB di masing-masing kabupaten/kota.

Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan hasil analisa statistik, trend Covid-19 di Jabar secara umum sudah mulai membaik.

“Pemberlakuan PSBB di berbagai daerah telah menghasilkan penurunan kasus jika dibandingkan dengan sebelum pemberlakuan PSBB,” ujarnya.

Dikatakan olehnya, data menunjukkan jumlah kasus berbanding jumlah penduduk berada di angka 3,2 per 1 juta penduduk, termasuk kategori penduduk padat tetapi dengan kasus sedikit.

“Jumlah tes PQR per 1000, rata-rata Jawa barat ada di angka 27,6 kasus harian. Jawa barat juga dinilai naik turun, tetapi fokus pada garis kuning,” ucapnya.

Masih kata gubernur, meski penerapan PSBB di Jawa Barat mengalami tren naik turun, tetapi menunjukkan keberhasilan.

“Pada ukuran keberhasilan (ditunjukkan) melalui (penyebaran) Covid -19 di Jawa Barat dari segi waktu, yaitu angka reproduksi atau kecepatan kasus menginfeksi. Selain itu, kabar baik garis kuning menunjukkan pasien di rumah sakit menurun di akhir April dan beban dokter berkurang sampai akhir ini,” jelasnya.

Tentang usulan kelanjutan PSBB, Ridwan Kamil meminta kepada seluruh kepala daerah di Jawa Barat agar data hasil analisa daerah masing-masing berdasarkan 5 level keadaan daerah harus masuk Senin 18 Mei 2020.

“Kabupaten/kota akan melakukan analisa. Silakan lakukan usulan, apakah tetap PSBB, apakah levelnya diturunkan, atau menggunakan level kebijakan rendah,” kata Emil sapaan Ridwan Kamil.

Setelah itu, lanjutnya, bersamaan dengan pengajuan surat penentuan lanjutan PSBB, baik untuk skala penuh, sedang, atau rendah, maka pada hari Rabu 20 Mei 2020 mendatang hasil keputusannya disampaikan kepada masyarakat dengan persetujuan Gugus Tugas.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir setelah mendengar paparan dari Gubernur menyampaikan, sebelum dikaji secara mendalam oleh  Gugus Tugas, untuk sementara physical distancing dan PSBB tetap dilakukan secara parsial di beberapa kecamatan dengan memperketat pemeriksaan pengendara dan pemudik di Pos Check Point  PSBB wilayah perbatasan.

Kemudian untuk Salat Idul Fitri sendiri, tidak dilaksanakan berjamaah di lapangan atau di mesjid sebagaimana para pakar seperti dari MUI, Kemenag, dan ulama yang semua sepakat Idul Fitri di rumah saja.

“Kami sudah melaksanakan rapat (sebelumnya). Jadi Sumedang sendiri Idul Fitri dilakukan di rumah. Jadi kami putuskan itu karena khawatir migrasi dari desa atau kecamatan dapat memapar ke desa lain. Itu kekhawatiran di lapangan, karena tingkat kedisiplinan warga berbeda-beda dan kami takut jebol,” ucapnya. (Abas)

Advertisement

Categories: Pemerintahan