Sungai Cikeruh Rancaekek Kabupaten Bandung Hitam Pekat Dipenuhi Sampah – El Jabar

Sungai Cikeruh Rancaekek Kabupaten Bandung Hitam Pekat Dipenuhi Sampah

Ilustrasi Sungai cikeruh,rancaekek kabaupaten Bandung.foto : istimewa

Rancaekek,eljabar.com — Hujan deras pada siang menjelang sore mengguyur kawasan Bandung timur Kamis 19 Agustus 2021. Namun baru 30 hujan turun diduga sejumlah pabrik di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang membuang limbah cair ke selokan yang bermuara ke sungai Cikeruh.

Peristiwa tersebut terpantau langsung masyarakat yang melaporkan ke pengurus warga dan diinformasikan ke Anggota DPRD Kabupaten Bandung  Yayat Sudayat yang merupakan tokoh masyarakat di Kecamatan Rancaekek.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Demokrat yang tengah giat melakukan noralisasi sungai Cikeruh di Kecamatan Rancaekek, langsung meninjau ke lokasi didampingi  Cecep salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Rancaekek, juga Kepala Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek H. Ayeng beserta warga sekitar aliran sungai Cikeruh.

Menurut keterangan salah seorang warga Kampung Bojong Jati Desa Bojongloa, Ujang (60),  dirinya tengah berada di sekitar aliran sungai saat melihat iring-iringan sampah disertai air sungai yang hitam pekat menyengat. “Ini air limbah bercampur dengan air hujan yang mengalir di sungai Cikeruh, air limbah ini berasal dari pabrik di wilayah Jatinangor yang dibuang ke Sungai Cikeruh,” kata Ujang.

Dikatakan Ujang, setiap turun hujan deras sering dimanfaatkan perusahaan pabrik pencelupan untuk membuang limbah cair. “Tak tahu pabrik mana yang membuang limbah cair ini. Tapi ini diperkirakan pabrik yang membuang limbah cair yang ada di kawasan Jatinangor Sumedang,” kata Ujang..

Sementara sampah yang terbawa hanyut aliran Sungai Cikeruh, menurut Ujang sampah yang dibuang warga ke bantaran sungai, akhirnya terbawa hanyut aliran sungai.  “Tiap turun hujan, selalu ada saja  pabrik yang membuang limbah cair. Warga yang rumahnya berada di dekat aliran sungai merasakan langsung bau limbah tersebut,”ujar Ujang.

Sementara Kepala Desa Bojongloa H. Ayeng melihat langsung limbah cair yang dibuang ke sungai Cikeruh.  “Mungkin ini limbah pabrik. Pabrik buang limbah cair kalau ada hujan. Pabrik yang membuang limbah cair ini dari Sumedang,” ujar Ayeng.

Dikatakan Ayeng, pihaknya secara rutin telah menyampaikan himbauan kepada pihak perusahaan untuk tidak membuang limbah cair sembarangan ke sungai Cikeruh. “Satgas Citarum Harum harus segera menindaklanjuti pembuangan limbah cair ke Sungai Cikeruh itu karena menimbulkan bau menyengat,” kata Ayeng.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Yayat Sudayat sangat menyayangkan kepada pihak pabrik pencelupan yang membuang limbah cair ke sungai Cikeruh, dan pihaknya melihat langsung aliran limbah cair yang mengalir di selokan dan bermuara ke sungai Cikeruh. “Saya dapat laporan dari warga ada pabrik yang buang limbah cair ke Sungai Cikeruh,” ujar Yayat Sudayat.

Berdasarkan informasi dari warga, kata Yayat, pabrik yang ada di Sumedang tersebut sering membuang limbah cair ke Sungai Cikeruh yang mengalir di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. “Di sisi lain kita di Kabupaten Bandung sedang bersih-bersih sungai, tapi pabrik yang ada di Sumedang malah membuang limbah cair ke Sungai Cikeruh,” ujar Yayat Sudayat.

Ditegaskan Yayat Sudayat, pihaknya sangat berharap aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti pembuangan limbah cair itu karena merugikan masyarakat. “Begitu turun hujan, pabrik itu sepertinya langsung membuang limbah cair,” kata Yayat Sudayat.

Dikatakan Yayat Sudayat, Pemerintah Provinsi Jabar diharapkan untuk turun ke lapangan karena persoalan limbah cair  menyangkut dua wilayah, yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. “Saya minta provinsi turun ke lapangan karena masyarakat sangat dirugikan,” pungkas Yayat Sudayat

Categories: Parlemen