Uncategorized

Khofifah Pastikan Rekonstruksi Jembatan di Senduro Berjalan Cepat

LUMAJANG, eljabar.com — Rekonstruksi Jembatan Curah Maling dan Jembatan Curah Kebo di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, terus dikebut. Jembatan penghubung wilayah Senduro-Gucialit itu runtuh terdampak banjir dan longsor pada 19 September 2025 lalu. Imbasnya, mobilitas warga menjadi lebih lama dan berisiko karena harus melalui jalan alternatif yang berbatu dan rawan longsor.

Karena itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur membangun ulang dua jembatan yang menjadi akses utama masyarakat setempat.

Pada saat meninjau langsung perkembangan rekonstruksi Khofifah memastikan proses rekonstruksi Jembatan Curah Maling dan Jembatan Curah Kebo berjalan cepat.

“Rekonstruksi menggunakan tipe jembatan Bailey struktur baja prafabrikasi yang kokoh dan efisien,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Menurut Khofifah, penanganannya telah mencapai volume progres pekerjaan sebesar 78,27 persen. Perkembangan dari proses pembangunan jembatan tersebut menjadi titik terang bagi warga yang sempat terisolasi akibat jalur transportasi utama itu sebelumnya putus.

“Yang biasanya memakan waktu itu fondasi dan bronjong. Sekarang fondasinya sudah selesai, tinggal sedikit bronjong yang diselesaikan,” jelas Khofifah.

Namun, Khofifah yakin dengan metode rekonstruksi yang dilaksanakan ini proses pengerjaannya akan berjalan lebih cepat tanpa mengorbankan kekuatan, sehingga akses vital masyarakat tidak terhenti terlalu lama. Progres saat ini telah mendekati 80 persen, sehingga ia optimistis jembatan akan selesai tepat waktu.

“Insya Allah, jembatan ini akan selesai tepat waktu dan dapat segera digunakan,” tegasnya.

Menurut Khofifah, pembangunan dengan jembatan Bailey portabel merupakan teknologi konstruksi yang paling memungkinkan. Sebab, pengerjaan lebih cepat, aman, dan kuat menahan arus sungai. Lebar jembatan juga diperluas dari 3,5 meter menjadi 4,2 meter, sehingga bisa menampung volume kendaraan yang meningkat dan memberikan kenyamanan ketika digunakan.

Sementara Bupati Lumajang, Indah Amperawati menegaskan, bagi masyarakat Lumajang keberadaan dua jembatan tersebut lebih dari sekadar konstruksi fisik.

“Jembatan ini menjadi nadi dari mobilitas warga, baik jalur distribusi hasil pertanian, akses pelajar ke sekolah, dan penghubung aktivitas ekonomi,” ujar Bupati Lumajang yang disapa Bunda Indah.

Bunda Indah mengungkapkan, setelah jembatan terputus aktivitas ekonomi warga sempat tersendat lebih dari sebulan. Kerusakan jembatan telah membuat waktu tempuh perjalanan warga meningkat dua hingga tiga kali lipat. Distribusi barang kebutuhan sehari-hari pun menjadi tersendat. Artinya, perbaikan jembatan ini merupakan gerbang pemulihan kehidupan masyarakat Lumajang.

“Setelah jembatan ini selesai, petani bisa kembali mengirim hasil panen dengan aman, pelaku usaha menyalurkan dagangan, dan pelajar memiliki akses lancar ke sekolah,” ungkapnya.

Menurut Bunda Indah, bagi warga Kandangan dan sekitarnya, jembatan ini membawa harapan nyata. Sebelum rekonstruksi, mereka harus menempuh rute panjang melewati jalan alternatif berbatu dan rawan longsor, yang mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan. Pengerjaan jembatan tersebut mulai dikerjakan pada Kamis, 30 Oktober 2025.

“Pemulihan akses transportasi ini merupakan langkah strategis untuk menormalkan kehidupan sehari-hari masyarakat,” imjuhnya.

Kepala Desa Kandangan, Jumanang, mengapresiasi gerak cepat Gubernur Jawa Timur dan Bupati Lumajang dalam menangani kerusakan jembatan tersebut, Ia menilai, pembangunan kembali jembatan yang menjadi akses utama aktivitas warga itu tergolong cepat serta tidak ada kendala selama proses penanganan oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

“Terimakasih kepada Gubernur Jatim dan Bunda Indah Bupati Lumajang, telah merespon dan membangun ulang dua jembatan ini dengan cepat,” kata Jumanang. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Show More
Back to top button