Uncategorized

BNI Pamekasan Belum Beri Klarifikasi Tekait KPR, Wakil Direksi Silvia Putri Tidak di Kantor

SUMENEP, Eljabar.com — Upaya wartawan Eljabar.com untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan pembatalan sepihak pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh oknum Bank BNI terhadap calon nasabah bernama Firda, di Perumahan Bukit Batu Damai, hingga kini belum membuahkan hasil.

Saat mendatangi Kantor BNI Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, wartawan Eljabar.com belum berhasil bertemu dengan pimpinan cabang maupun pihak yang berwenang memberikan klarifikasi resmi.

Wartawan hanya diterima oleh Novi, selaku Operator Bank BNI Cabang Pamekasan, yang menyampaikan bahwa pimpinan kantor sedang tidak berada di tempat.

“Nanti saya coba sampaikan ke pimpinan kami. Mungkin ada kontak yang bisa saya hubungi nanti,” ujar Novi.

Namun, ia menegaskan bahwa konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum memungkinkan, lantaran pimpinan cabang tengah mengikuti pertemuan di luar kantor.

“Kalau lewat telepon tidak bisa juga, Pak. Saat ini pimpinan kami sedang ada pertemuan dan tidak ada di tempat. Untuk pastinya kapan kembali ke kantor, saya juga tidak tahu,” jelasnya.

Novi menyebutkan bahwa seluruh aspirasi dan permintaan klarifikasi dari wartawan akan disampaikan kepada pimpinan. Ia bahkan menyarankan agar wartawan kembali dalam rentang waktu tiga hingga empat hari ke depan, apabila belum ada tindak lanjut dari pihak BNI.

“Mungkin tiga sampai empat hari Bapak ke sini lagi, jika belum ada konfirmasi dari pihak kami. Tapi yang pasti aspirasi ini akan kami sampaikan,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa komunikasi dengan pimpinan terkadang tidak berjalan lancar.

“Jangan Bapak kami juga jarang direspons sama pimpinan. Kami pun kadang hanya menyampaikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novi menegaskan bahwa pihak operator tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.

“Kami tidak punya wewenang. Istilahnya mohon sabar, nanti kami sampaikan ke pimpinan,” ujarnya.

Diketahui, Wakil Pimpinan Direksi Bidang Layanan Bisnis, Silvia Putri, saat ini sedang berada di lapangan. Hingga Senin, 12 Januari 2026, belum dapat dipastikan kapan pimpinan akan kembali ke kantor.

“Kami belum bisa memastikan apakah hari ini pimpinan kembali ke kantor. Tapi yang pasti, ini akan saya sampaikan,” tutup Novi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BNI Cabang Pamekasan belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pembatalan sepihak pengajuan KPR yang dialami calon nasabah tersebut.

Diberitakan sebelumnya, persoalan teknis maupun nonteknis masih kerap menjadi kendala bagi masyarakat kecil dalam mengakses pembiayaan perumahan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pengalaman tersebut dialami Firda, warga Desa Kolor, Kabupaten Sumenep.

Pengajuan KPR Firda melalui Bank BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Prenduan sempat dinyatakan lolos pada sejumlah tahapan awal. Namun, pengajuan tersebut justru berujung penolakan ketika masuk ke level manajemen BNI Cabang Pamekasan.

Pemilik Perumahan Bukit Damai, Nanda Wirya Laksana, menjelaskan bahwa sejak awal proses pengajuan berjalan lancar. Tim pemasaran, analis kredit, hingga penyelia bank disebut telah memberikan sinyal positif atas pengajuan KPR tersebut.

Bahkan, pihak perbankan sempat meminta pengembang untuk mempercepat progres pembangunan rumah agar akad kredit dapat segera dilaksanakan.

“Sejak awal kami mendapat sinyal positif. Dari sales sampai analis dan penyelia menyatakan tidak ada masalah. Kami bahkan diminta mengebut pembangunan supaya akad bisa segera digelar,” ujar Wirya, beberapa waktu lalu.

Namun, situasi berubah ketika rumah hampir rampung dibangun. Pengajuan KPR Firda secara mendadak ditolak oleh manajemen BNI Cabang Pamekasan tanpa disertai penjelasan teknis yang rinci, baik kepada pihak pengembang maupun kepada pemohon kredit.

Menurut Wirya, keputusan tersebut sangat disesalkan karena Firda dan keluarganya telah menaruh harapan besar. Mereka bahkan rutin mendatangi lokasi Perumahan Bukit Damai—proyek yang dikembangkan PT Linggarjati Trijaya Indah untuk memantau perkembangan pembangunan rumah.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Semua prosedur yang diminta bank sudah kami penuhi. Namun di tahap akhir justru muncul keputusan yang memupus harapan konsumen,” tegasnya.

Penolakan tersebut berdampak langsung pada kondisi psikologis Firda dan keluarganya. Kekecewaan mendalam dirasakan setelah sebelumnya mereka meyakini akan segera memiliki rumah sendiri. (Ury)

Show More
Back to top button