BBWS Brantas Pantau Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Bondoyudo

SURABAYA, eljabar.com — Kepala BBWS Brantas, M. Noor, melihat langsung (monitoring dan evaluasi/monev) perkembangan pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi DI Bondoyudo yang berlokasi di Kabupaten Lumajang dan Jember.
Menurut M. Noor, penanganan jaringan irigasi DI Bondoyudo senilai Rp 220 miliar lebih tersebut bertujuan untuk meningkatkan keandalan jaringan irigasi.
“Jika jaringan irigasi keandalannya meningkat maka distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal,” ujar M. Noor, dikutip Selasa (27/10/2026).
Orang nomor satu di BBWS Brantas melanjutkan bahwa infrastruktur irigasi yang berfungsi baik diharapkan menjadi dukungan bagi pemenuhan kebutuhan air pertanian.
“Infrastruktur dan fungsi irigasi sudah baik akan mendukung produktivitas lahan, keberlanjutan kegiatan tanam serta ketahanan pangan nasional,” lanjut M. Noor.
M. Noor optimis bahwa kegiatan monitoring dan rehabilitasi jaringan irigasi ini adalah wujud nyata BBWS Brantas dalam mendukung layanan sumber daya air yang bermanfaat bagi petani dan masyarakat.
“Dengan peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi DI Bondoyudo ini kebutuhan air lahan pertanian, terutama pada MT II, dapat terpenuhi secara optimal serta meningkatkan produksi padi melalui peningkatan indeks pertanaman,” tegasnya.
Kepala BBWS Brantas juga melakukan pemantauan kondisi infrastruktur Daerah Irigasi Padi Pomahan dan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Mojokerto, Selasa (27/10/2026).
M. Noor menerangkan, monitoring tersebut mencakup evaluasi sarana pendukung operasional bendung, kalibrasi debit, rumah jaga serta saluran pembuang Afvour PA.1.C. Selain itu, pemantauan dan evaluasi juga menyasar fungsi side spillway, bangunan terjunan B.PA.1.
“Kondisi saluran pada bangunan sadap B.KE.5 juga kita lihat dan layanan air dari bendung hingga ke petak sawah paling hilir kami evaluasi,” jelas M. Noor, dikutip Rabu (28/10/2026).
M. Noor mengaku bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi sarana serta kebutuhan pemeliharaan.
“Tentu hasilnya untuk mendukung layanan air lahan pertanian DI Pomahan,” tuturnya.
Sementara informasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kementerian PU menguraikan ruang lingkup pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Bondoyudo, antara lain pekerjaan tanah, pekerjaan pasangan batu, pekerjaan beton, pintu air serta persiapan operasi dan pemeliharaan.
Penyedia jasa konstruksi pada proyek tersebut adalah PT Minarta Duta Hutama dengan harga negosiasi sebesar Rp 220.173.100.000,00 setara 84,71 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Sementara selisih antara harga negosiasi dan HPS mencapai Rp 39 miliar lebih. (wan)







