Regional

PWI Kabupaten Sukabumi Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Usung Visi MASAGI dan Misi KUAT

SUKABUMI, eljabar.com – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Selasa (27/10/2026). Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Nuruddin Zain Syamsi mengusung visi MASAGI dan misi KUAT untuk memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta mendorong terwujudnya Sukabumi Mubarokah.

Pelantikan dipimpin Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan dengan mengusung tema “Mengakselerasi Visi MASAGI dan Misi KUAT Menuju Sukabumi Mubarokah”.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan, Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat Oland Sibarani, Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Prosesi pelantikan turut dimeriahkan penampilan paduan suara Symponia Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang mengiringi Mars PWI. Selain itu, tiga pelajar anggota Paskibra dari SMAN Cibadak turut tampil dalam kegiatan tersebut. Panitia juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan warga lanjut usia sebagai bentuk kepedulian sosial.

 

Dewan Kehormatan PWI Jabar Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

Dalam sambutannya, Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat Oland Sibarani mengapresiasi pelaksanaan pelantikan, termasuk penampilan Mars PWI yang diiringi paduan suara mahasiswa UMMI.

Oland juga mengapresiasi visi MASAGI dan misi KUAT yang menjadi landasan kepengurusan PWI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2029. Namun, ia mengingatkan bahwa visi dan misi tersebut harus diimplementasikan melalui kerja jurnalistik yang profesional, berintegritas, dan mengedepankan ketelitian.

Menurutnya, wartawan harus senantiasa melakukan konfirmasi dan verifikasi sebelum menyajikan informasi kepada masyarakat. Langkah tersebut penting untuk menjaga akurasi pemberitaan sekaligus menghindari dampak negatif akibat informasi yang tidak teruji kebenarannya.

“Wartawan yang tergabung di PWI harus melakukan konfirmasi ulang dalam setiap menyajikan pemberitaan. Jangan berbuat seenaknya, terutama membuat naskah yang kelak dapat merugikan narasumber secara pribadi atau publik,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus dijalankan dengan tanggung jawab, berpedoman pada kode etik jurnalistik, serta menghormati hak-hak pihak yang menjadi subjek pemberitaan.

Tantan Sulthon Dorong Peningkatan Kapasitas dan Profesionalisme

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan berharap kepengurusan baru PWI Kabupaten Sukabumi mampu memperkuat solidaritas organisasi, meningkatkan kapasitas wartawan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tantan menilai perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi menghadirkan tantangan tersendiri bagi insan pers. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menyampaikan berita secara cepat, tetapi juga harus memastikan informasi yang dipublikasikan akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain mengembangkan karya jurnalistik berbentuk artikel, wartawan juga didorong untuk memproduksi konten video yang edukatif dan menghibur, tanpa meninggalkan fungsi pers sebagai sarana informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial.

Ia menegaskan, pelantikan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi di tengah maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks.

Karena itu, Tantan mendorong PWI Kabupaten Sukabumi untuk memperbanyak pelatihan jurnalistik dan kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas intelektual anggota agar semakin profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Wartawan menjadi benteng terakhir atas beredarnya informasi yang belum tentu kebenarannya. Karena itu, perbanyak kegiatan yang meningkatkan kapasitas dan profesionalisme wartawan,” katanya.

 

Nuruddin Zain Syamsi Tegaskan Komitmen PWI melalui MASAGI dan KUAT

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Nuruddin Zain Syamsi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelantikan serta perjalanan organisasi PWI di Kabupaten Sukabumi.

Ia mengakui, tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, dan disrupsi digital yang memengaruhi cara media memproduksi serta menyebarkan berita.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PWI Kabupaten Sukabumi membawa visi MASAGI, yang merupakan akronim dari Maju, Sejahtera, dan Bersinergi. Visi ini menjadi arah bagi organisasi untuk terus berkembang, memperjuangkan kesejahteraan anggota, serta memperkuat perlindungan terhadap profesi wartawan.

Adapun misi KUAT mencakup Kolaboratif, Unggul, Amanah, dan Transformatif. Keempat prinsip tersebut diharapkan menjadi landasan dalam membangun organisasi yang solid, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar jurnalistik.

Nuruddin menegaskan bahwa PWI Kabupaten Sukabumi akan tetap menjaga independensi pers sekaligus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Menurutnya, hubungan kemitraan harus berjalan seiring dengan komitmen pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Kita harus selalu kompak, bersatu, mendukung, dan kritis membangun sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghasilkan karya jurnalistik yang objektif dan berimbang, dengan memperhatikan dampak pemberitaan terhadap individu, masyarakat, maupun pemerintah. Profesionalisme, kata dia, harus menjadi pegangan agar pers dapat menjalankan perannya secara independen sekaligus memberikan manfaat bagi publik.

 

Wakil Bupati Sukabumi Harapkan Pers Terus Berkontribusi bagi Masyarakat

Wakil Bupati Sukabumi Andreas turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PWI Kabupaten Sukabumi yang baru dilantik. Ia berharap organisasi wartawan tersebut terus menjalankan peran strategis dalam membangun opini publik yang sehat, menyampaikan informasi yang benar, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

Andreas mengingatkan insan pers agar senantiasa menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers. Profesionalisme dalam mengolah dan menyampaikan informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.

Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan kritik yang membangun sebagai bagian dari upaya memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kritik tersebut diharapkan disampaikan berdasarkan bukti dan fakta, sehingga dapat menjadi masukan yang konstruktif bagi penyelenggaraan pemerintahan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan PWI Kabupaten Sukabumi sebelumnya atas sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2029 serta diperkenalkannya visi MASAGI dan misi KUAT, PWI Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat kompetensi wartawan, dan menjaga independensi pers.

Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat kemitraan yang konstruktif dengan berbagai elemen masyarakat demi mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah. (**)

Show More
Back to top button