Begini Cara Warga Sumedang Menyambut Bulan Puasa
Laporan : Kiki Andriana
SUMEDANG, eljabar.com — Menjelang bulan Puasa banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk menyambutnya, berbeda dengan warga Kecamatan Pamulihan, Kab.Sumedang yang memiliki tradisi untuk menyambut bulan puasa, warga di daerah tersebut memiliki tradisi yang dinamakan gembrong liwet.
Pantauan eljabar.com di lokasi, dengan diiringi lantunan musik tradisional Sunda jenis Degung, ratusan warga di daerah tersebut berkumpul di lapangan yang telah disiapkan oleh panitia yang dijadikan lokasi tempat untuk memasak dan memakan bareng nasi liwet.

Sementara itu, Ketua pelaksana gembrong liwet, Ika Wartika mengatakan arti gembrong liwet itu berkumpul memasak dan memakan bareng nasi liwet, gembrong liwet ini, dijelaskan Ika, merupakan tradisi masyarakat kami untuk menyambut bulan suci Ramadhan, awalnya gembrong liwet ini hanya digelar di tingkat RW, dan sekarang mulai berinovasi ke level desa, “Alhamdulillah tahun demi tahun pesertanya terus bertambah,“ terang Ika kepada sejumlah wartawan saat ditemui di lapangan Desa Cikubang, Kec. Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (13/5/2018).
Ika menerangkan, “Gembrong liwet pada tahun ini diikuti sebanyak 29 kelompok, per kelompoknya terdiri dari 8 orang, peserta gembrong liwet ditahun ini berasal dari Kecamatan Pamulihan. tentunya, lanjut Ika, Saya berharap, mudah mudahan tradisi gembrong liwet ini tetap lestari, selain menyambut bulan puasa, gembrong liwet ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antar warga dan saya berharap di tahun berikutnya tradisi gembrong liwet ini lebih lestari,“ harapnya.
Senada dikatakan Fitriyati Suherni (30) peserta gembrong liwet sekaligus seorang warga RT 03 RW 07 Desa Citali, Kec. Pamulihan mengatakan gembrong liwet ini merupakan yang ketiga kalinya di gelar, pelaksanaan gembrong liwet di tahun ini berbeda dengan gembrong liwet pada tahun sebelumnya, pada tahun 2016 pesertanya hanya diikuti oleh satu RW, 2017 dan 2018 sekarang pesertanya diikuti oleh perwakilan dari setiap Desa dan ada juga peserta dari komunitas pecinta motor Vespa (BAVES) dan komunitas Oi Kab. Sumedang.
Untuk pembiayaan gembrong liwet ini, Fitri menerangkan, “Kami patungan, untuk satu porsi liwet kelompok kami hanya menghabiskan Rp 120 ribu, kami bareng bareng memasak nasi liet dan nantinya bila sudah masak kami bareng bareng memakannya,“ sebutnya.
Ditambahkan Fitri, “Pihaknya berharap pelaksanaan gembrong liwet ini dapat digelar setiap tahunnya dan diikuti lebih banyak lagi pesertanya, karena selain menjadi ajang untuk menyambut bulan puasa juga menjadi ajang silaturahmi warga,“ tandasnya. (*)







