Pemerintahan

Disdik Bandung Intensifkan Sosialisasi SPMB 2026, Orang Tua Diminta Siapkan Dokumen Sejak Dini

BANDUNG, eljabar.com  – Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, Dinas Pendidikan Kota Bandung terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat guna memastikan proses pendaftaran berjalan lancar, transparan, dan bebas kendala administrasi.

Melalui talkshow yang digelar di Radio Sonata, Selasa (07/04/2026), Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto, mengingatkan para orang tua agar tidak menunda persiapan berbagai dokumen penting yang menjadi syarat utama dalam proses pendaftaran.

Menurutnya, masih tersedia waktu sekitar satu bulan bagi masyarakat untuk memahami seluruh tahapan sekaligus melengkapi kebutuhan administrasi yang diperlukan. Kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak terjadi hambatan saat proses pendaftaran dimulai.

“Persyaratan utama harus disiapkan dari sekarang. Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan KTP orang tua harus dipastikan valid dan sesuai data terbaru. Jika ada yang perlu diperbarui, segera lakukan pembaruan agar tidak mengganggu proses pendaftaran,” ujar Edy.

Ia menegaskan bahwa kesiapan administrasi menjadi faktor penting dalam menentukan kelancaran proses SPMB. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan sejumlah calon peserta didik yang mengalami kendala akibat dokumen yang tidak sesuai atau belum diperbarui.

Selain menyiapkan dokumen, masyarakat juga diminta memahami secara menyeluruh aturan, jadwal, mekanisme, hingga berbagai jalur penerimaan yang tersedia. Menurut Edy, pemahaman yang baik terhadap regulasi akan membantu orang tua menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.

Untuk memudahkan akses informasi, Dinas Pendidikan Kota Bandung telah menyediakan berbagai kanal resmi yang dapat diakses masyarakat, mulai dari website, media sosial, hingga berbagai materi panduan dan tutorial teknis yang menjelaskan proses pendaftaran secara rinci.

“Jangan hanya mengandalkan informasi dari pihak yang tidak jelas sumbernya. Semua informasi resmi sudah kami siapkan dan dapat diakses oleh masyarakat secara terbuka,” katanya.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Dinas Pendidikan juga menyiapkan berbagai fasilitas pendampingan. Sekolah-sekolah negeri terdekat akan menyediakan operator yang siap membantu orang tua yang mengalami kesulitan dalam memahami maupun mengakses sistem pendaftaran.

Selain itu, layanan bantuan atau help desk juga akan dioperasikan selama 24 jam untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul selama tahapan SPMB berlangsung.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan seluruh proses berjalan inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Dalam kesempatan itu, Edy juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan calon peserta didik melalui jalur tertentu dengan imbalan uang atau bentuk keuntungan lainnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB saat ini telah dirancang dengan sistem yang transparan, objektif, dan berbasis teknologi sehingga seluruh proses dapat dipantau secara terbuka.

“Tidak ada praktik titip-menitip, jalur belakang, atau cara-cara tidak resmi lainnya. Semua proses dilakukan melalui sistem yang transparan dan dapat dipantau masyarakat. Jika ada pihak yang mengaku bisa membantu dengan meminta imbalan tertentu, masyarakat harus waspada dan segera melaporkannya,” tegas Edy.

Menurutnya, komitmen terhadap integritas menjadi salah satu prinsip utama dalam pelaksanaan SPMB di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai aturan yang berlaku.

Selain membahas SPMB, Edy juga menyoroti meningkatnya minat masyarakat terhadap jalur pendidikan nonformal, termasuk homeschooling. Ia menilai fenomena tersebut merupakan perkembangan yang positif selama kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Pilihan pendidikan saat ini semakin beragam. Yang terpenting adalah memastikan setiap anak tetap memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Edy menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk menjamin seluruh anak usia sekolah mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali. Baik melalui jalur formal, nonformal, maupun pendidikan swasta, pemerintah akan terus berupaya memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan.

“Tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Baik melalui sekolah negeri, swasta, maupun jalur nonformal, semuanya harus mendapatkan akses pendidikan yang layak. Itu menjadi komitmen kami,” pungkasnya.

Melalui berbagai langkah sosialisasi, pendampingan, dan pengawasan yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Bandung berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung lebih tertib, transparan, serta memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. *red

Show More
Back to top button