Uncategorized

Distribusi MBG di Batuputih Terhenti Saat Hari Libur, Saldo Nol Jadi Kendala Utama

SUMENEP, Eljabar.com — Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, dipastikan terhenti sementara selama masa libur awal Januari. Kendala utamanya bukan pada teknis lapangan, melainkan saldo rekening virtual account yang telah menyentuh angka nol.

Ketua Yayasan MBG Yayasan Husnul Hotimah Batuputih, Achmad Syuib, menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) tidak dapat melakukan penyaluran, termasuk pada hari Senin lalu yang bertepatan dengan hari libur.

“Berhubung saldo di rekening virtual account sudah nol, artinya tidak mengajukan dana lagi karena sudah mepet dengan penutupan buku,” kata Achmad Syuib saat dikonfirmasi, melalui sambungan teleponnya. Kamis (01/01/2026)

Ia menegaskan, penundaan penyaluran MBG sepenuhnya disebabkan oleh keterbatasan saldo, bukan karena kelalaian atau penolakan pelaksana di tingkat bawah. Kondisi itu, kata dia, juga sejalan dengan aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Aturannya jelas. Kalau saldo di rekening virtual account sudah nol, maka SPPG tidak boleh menyalurkan MBG. Jadi pada hari Senin kemarin memang tidak ada penyaluran,” ujarnya.

Terkait jadwal penyaluran selanjutnya, Achmad Syuib menyebut bahwa untuk bulan Januari, pelaksanaan MBG akan dimulai secara serentak di seluruh Indonesia pada 8 Januari. Informasi tersebut, menurutnya, merupakan kebijakan nasional yang berlaku menyeluruh.

“Untuk Januari ini serentak. Informasi yang saya dapat, interupsi dari Kepala BGN, dimulai tanggal 8,” jelasnya.

Dengan demikian, ia memastikan bahwa selama periode 1 hingga 7 Januari, tidak akan ada penyaluran MBG, baik di Kecamatan Batuputih maupun di daerah lain.

“Kalau minggu ini tidak ada. Dari tanggal 1 sampai 7 bisa dipastikan tidak ada penyaluran. Informasinya itu berlaku se-Indonesia,” tambahnya.

Saat ditanya apakah penyaluran pada tanggal 8 merupakan hasil komunikasi langsung antara SPPG dan BGN, Achmad Syuib menyebut bahwa hal tersebut bukan hasil koordinasi khusus, melainkan informasi umum yang diterima oleh pelaksana di daerah.

“Bukan komunikasi langsung. Cuma informasi yang saya dapat, Januari ini dimulai tanggal 8 secara serentak. Soal apakah dana masuk sebelum itu atau tidak, saya juga belum tahu,” pungkasnya.

Penundaan ini sekaligus menjawab pertanyaan publik terkait kewajiban penyaluran MBG di hari libur. Menurut pelaksana, selama saldo belum tersedia, aturan BGN justru melarang penyaluran dilakukan, meskipun secara normatif program tetap menyasar siswa tanpa terkecuali.(Ury)

Show More
Back to top button