DKP Jatim Gelar Pembinaan Mata Pencaharian Alternatif Keluarga Nelayan Sidoarjo

SURABAYA, eljabar.com — Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Sub Koordinator Seksi Kenelayanan menggelar kegiatan bertajuk Pembinaan Mata Pencaharian Alternatif Keluarga Nelayan di Kabupaten Sidoarjo.
Selain diikuti keluarga nelayan, kegiatan yang diselenggarakan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo itu juga menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo.
Koordinator Seksi Kenelayanan Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Hardono Ismanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga nelayan.
“Pembinaan mata pencaharian alternatif ini diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan yang menunjang kesejahteraan keluarga nelayan,” jelas Hardono Ismanto.
Dia menambahkan, upaya yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur bersama stakeholder terkait itu bertujuan agar keluarga nelayan tidak memiliki ketergantungan pada kondisi hasil tangkap yang tidak menentu.
“Kondisi hasil tangkapan ikan yang tidak menentu akan berdampak pada kesejahteraan nelayan. Untuk itu dengan memberikan pelatihan proses produk olahan berbahan dasar ikan yang bernilai ekonomi itu hasilnya akan memperkuat ekonomi keluarga,” ujarnya.
Menurut Hardono, kegiatan pelatihan yang diikuti oleh anak-anak dan istri nelayan tersebut dapat meningkatkan kemampuan keluarga nelayan dalam menghasilkan produk yang layak diedarkan di pasar konsumen.
“Pelatihan tidak hanya cara memasak saja, juga mencakup proses produksi dari hulu hingga ke hilir,” kata Hardono.
Materi pelatihan tersebut antara lain, teknik pemilihan ikan segar, penggilingan daging ikan, adonan, proses menggoreng yang tepat dan teknik pengirisan yang presisi.
Sementara Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo, Silfiati, mengungkapkan bahwa selain berprofesi nelayan, masyarakat di Sidoarjo juga menggeluti sektor budidaya perikanan serta petani garam.
“Jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo sebanyak 2.027.874 jiwa, sementara terdapat delapan kecamatan yang berada di wilayah pesisir,” terang Silfiati.
Kemudian, kata Sulfiati, jumlah masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan terbanyak berada di Kecamatan Sedati.
“Kecamatan Sedati merupakan wilayah dengan jumlah nelayan terbanyak. Di Sedati, selain berprofesi sebagai nelayan ada juga pembudidaya ikan dan garam” tutur Silfiati.
Jadi, pungkas Sulfiati, kegiatan ini diharapkan dapat membantu perekonomian warga serta menjadi pemicu inovasi di sektor ekonomi yang dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.
Salah satu produk olahan yang diajarkan pada kesempatan tersebut adalah pembuatan kerupuk ikan yang dipandu oleh Layyinatul Afidah.
Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut dengan antusias. Pada sesi diskusi seorang peserta menanyakan teknik resep untuk produk olahan berbahan ikan. Layyinatul Afidah dengan bahasa yanh mudah dicerna menjelaskan seluruh proses pembuatan resep tersebut.
“Takaran penggunaan ikan payus dan udang relatif sama, akan tetapi jika menggunakan bandeng maka komposisi daging ikannya harus lebih banyak sehingga mendapatkan rasa yang optimal,” terang Afidah kepada para peserta.
Tak hanya itu, Afidah juga membagikan tips dalam pembuatan kerupuk, antara lain menggunakan tepung tapioka putih berkualitas, durasi pengukusan yang tepat, serta proses pengeringan yang maksimal. (Andi Setiawan)







