Uncategorized

Jembatan Ambruk di Giligenting Mangkrak, PUTR Sumenep Belum Pastikan Waktu Pembangunan

SUMENEP, Eljabar.com — Hingga lebih dari sebulan pasca ambruknya jembatan penghubung antar desa di Pulau Giligenting, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep belum juga memberikan kepastian jadwal pembangunan jembatan permanen di Desa Bringsang.

Sejak jembatan tersebut ambruk pada Jumat (5/12/2025), aktivitas masyarakat yang menghubungkan empat desa di wilayah kepulauan itu terpaksa bergantung pada jembatan darurat hasil swadaya warga. Akses sementara tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat harus memutar melalui jalur alternatif yang jauh dan memakan waktu lebih lama.

Enggek, warga Desa Bringsang, mengaku masyarakat semakin resah karena belum adanya kejelasan dari pemerintah daerah.

“Sudah lebih dari sebulan, tapi belum ada kepastian. Ini akses utama warga, setiap hari dipakai untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi jembatan darurat kian mengkhawatirkan, terutama saat air laut pasang. Posisi jembatan yang berada dekat pantai membuat badan jembatan kerap terendam.

“Kalau air pasang, air sudah sampai ke jembatan. Warga yang lewat harus ekstra hati-hati, takut terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Senin (22/12/2025), Dinas PUTR Sumenep menyampaikan bahwa pembangunan jembatan direncanakan pada tahun 2026 dengan menggunakan anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT). Namun, hingga awal Januari ini, kepastian waktu pelaksanaan belum juga diumumkan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep, Slamet Supriyadi, menyatakan bahwa pembangunan akan dilakukan pada 2026, namun masih menunggu kesiapan anggaran.

“Untuk kepastiannya masih menunggu. Yang jelas di tahun 2026, karena anggarannya nanti baru masuk ke kami,” ujarnya.

Upaya konfirmasi lanjutan kepada Dinas PUTR Sumenep hingga kini belum membuahkan hasil. Pesan WhatsApp dan panggilan telepon yang dikirimkan belum mendapatkan respons.

Di sisi lain, anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yazid, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak PUTR sempat menyampaikan rencana pembangunan jembatan pada Januari 2026. Namun hingga kini, realisasi di lapangan belum terlihat.

“Kalau awalnya disampaikan Januari, maka seharusnya sudah mulai berjalan. Ini menyangkut hak masyarakat atas fasilitas umum yang aman dan layak,” tegasnya.

Senada, anggota Komisi III DPRD Sumenep, Eka Bhagas Nur Ardiansyah, memastikan pihaknya akan terus mengawal dan menekan eksekutif agar pembangunan segera direalisasikan.

“Pasti akan kami kawal. Kami akan koordinasi kembali dengan PUTR untuk memastikan perkembangan terbaru,” ujarnya.

Sebagai informasi, jembatan penghubung di Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, ambruk pada Jumat (5/12/2025) lalu. Hingga kini, belum ada penanganan permanen dari pemerintah daerah, sementara masyarakat masih bergantung pada akses darurat yang rawan dan berisiko. (Ury)

Show More
Back to top button