Kontrak Pembangunan Shortcut 9 & 10 Batas Kota Singaraja-Mengwitani Diteken

SURABAYA, eljabar.com — Pembangunan shortcut (jalan pintas) ruas Singaraja-Mengwitani berlanjut. Hal ini diungkapkan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui akun resminya @waskita_karya pada Kamis, 11 Desember 2025.
Disebutkan, Waskita Karya baru saja melaksanakan penandatanganan kontrak baru untuk proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Singaraja-Mengwitani, Bali, antara PPK 1.4 Provinsi Bali dan Waskita-Sinar Bali (KSO).
Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Departemen Infrastruktur II, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Purnama Sigit dan disaksikan oleh Direktur Operasi II perseroan Dhetik Ariyanto.
“Proyek pembangunan jalan ini nantinya akan memiliki 6 lokasi jembatan,” tulis akun resmi PT Waskita Karya, Kamis (11/12/2025).
Dijelaskan, jembatan yang akan dibangun di enam lokasi tersebut memiliki panjang jembatan masing-masing, jembatan 1 sepanjang 128,98 meter, jembatan 2 sepanjang 170 meter, jembatan 3 panjangnya mencapai 294,91 meter dan jembatan 4 sepanjang 128,48 meter. Sementara untuk panjang jembatan 5 adalah 124 meter serta jembatan 6 bentang panjang jembatan mencapai 95,92eter.
Sedangkan shortcut yang telah selesai proses pembangunannya meliputi berada di wilayah Bali utara, antara lain shortcut 5, 6, 7A-E serta shortcut 8.
Sebelumnya pada akhir September 2025 lalu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan bahwa pengerjaan shortcut 9 dan 10 akan dilaksanakan dengan Multi Years Contract (MYC). Pasalnya, medan yang dihadapi di lapangan terbilang sulit.
“Anggaran yang disiapkan untuk shortcut 9 dan 10 sebesar Rp773 miliar,” kata Koster.
Sementara informasi dari laman pengadaan barang jasa Kementerian PU menyebutkan, nilai pagu anggaran dan HPS Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Bts Kota Singaraja-Mengwitani sebesar Rp308,09 miliar.
Lokasi pekerjaan dari paket dengan kode tender 10074995000 tersebut berada di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali. PT Waskita Karya (Persero) ditunjuk sebagai pemenang dengan nilai harga penawaran sebesar Rp291,148 miliar. (Iwn)







