Regional

Proyek Kantor Imigrasi Pamekasan Dipacu, Klaim Termin Kedua Terganjal

PAMEKASAN, eljabar.com — Pekerjaan konstruksi gedung, renovasi kantor, serta rehabilitasi pagar dan pos jaga Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan Tahun Anggaran 2026 terus dipacu.

Karena itu, kontraktor pelaksana proyek tersebut, PT Mardika Griya Prasta, diimbau untuk menambah sumber daya yang dimiliki. memeras sumber daya demi mengejar deviasi pekerjaan sekaligus mengamankan pencairan pembayaran termin kedua.

Pejabat Pembuat Komitmen Kanim Kelas II Non TPI Pamekasan, Bagus Wicaksono mengungkapkan bahwa progres pekerjaan di minggu kedua mencatatkan angka 28 persen dari target rencana sebesar 30 persen.

“Ada deviasi progres minus 0,57 persen dari target yang direncanakan,” ujar Bagus, Rabu (28/10/2026).

Menurut Bagus, keterlambatan itu dipicu oleh rantai pasok material yang terhambat imbas ada pekerjaan jembatan di jalan nasional ruas Bangkalan-Sampang. Akibatnya, pengajuan termin pembayaran tidak memenuhi syarat minimal progres yang diatur dalam kontrak pekerjaan. Pihaknya telah mendesak kontraktor asal Denpasar, Bali tersebut untuk bekerja ekstra keras guna menutup keterlambatan sebelum batas waktu evaluasi berakhir.

“Beruntung pada saat ini kita masih bisa mengejar ketertinggalan itu dengan aman. Mereka langsung tancap gas untuk segera menyelesaikan tugasnya, sehingga termin pembayaran kedua dapat dilakukan dengan catatan harus melampaui target yang telah ditetapkan,” kata Bagus.

Bagus menilai, penyedia jasa yang beralamat di Jalan Sekar Sari No. 30, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar menunjukkan tren positif dalam laporan evaluasi mingguan. Penurunan progres yang sempat membayangi proyek negara dengan nilai pagu Rp. 27,513Miliar ini perlahan mulai teratasi.

Fokus percepatan saat ini dikonsentrasikan pada pekerjaan dinding, pengerjaan struktur tangga, pengecoran lantai, hingga area rumah lift. Untuk memburu tenggat waktu, pelaksana mengkombinasikan tenaga kerja lokal Madura dengan pekerja dari luar daerah.

Kendati tren dilaporkan membaik, proyek ini belum sepenuhnya aman dari ancaman ketertinggalan lanjutan. Faktor cuaca ekstrem dan kondisi alam yang berubah-ubah di wilayah Pamekasan dapat menjadi masalah krusial bagi ketahanan manajemen risiko kontraktor.

“Tantangan terberat pada minggu ini faktor alam yang terus-menerus berubah, sehingga pencarian solusinya masih dilakukan hingga kini,” tutup Bagus.

Keberhasilan PT Mardika Griya Prasta dalam mengatasi kendala cuaca serta memenuhi ambang batas termin kedua akan menjadi tolok ukur profesionalisme mereka dalam mengelola anggaran publik secara tepat waktu, tepat kualitas, tepat biaya dan tepat mutu. (M. Idrus)

Show More
Back to top button