Warunk Q_ta Sajikan Bubur Berbagai Daerah di Indonesia

SUMEDANG, eljabar.com — Kawasan Jatinangor yang paling sibuk di Kota Sumedang, keperluan sarapan pagi dan makan sangat dibutuhkan. Namun, jarang ada tempat nongkrong berkelas menengah ke atas yang buka dipagi buta. Kecuali ada satu yakni Warunk Bubur Q_ta yang berlokasi di rest Area IPDN depan SPBU Cibeusi Jatinangor.

Ya, Warunk bubur ini buka dari jam 06.00 sampai jam 23.00. Dengan varian bubur dari berbagai daerah di Indonesia dan menunya yang paling istimewa, dijamin setiap lidah konsumen akan ketagihan.

Owner Warunk Bubur Q_ta, Suparjo mengatakan bahwa yang menjadi ciri khas warunk nya yakni bubur Sukabumi dan Jakarta. Sebab, selain topingnya lengkap juga rasanya yang paling istimewa.

“Yang menjadi ciri khas bubur kami atau best seller adalah Bubur Sukabumi dan Jakarta. Kalau Sukabumi ada kuahnya ayam dan topingnya cakue, emping dan kacang. Kalau Bubur Jakarta ada emping, cakue, kacang, ayam tanpa kuah,” katanya.

Cukup dengan harga Rp15 ribu, kedua jenis bubur ini sangat laku dipesan konsumen. Apalagi mereka yang bekerja ekstra ketat perlu sarapan pagi pagi disaat warung lain belum buka.

Selain bubur Jakarta dan Sukabumi, ada juga Bubur Manado, Salatiga, Gresik, dan bubur ayam spesial.

“Alasannya karena rasanya dan menunya berbeda dari yang lain. Pokoknya rasanya seperti di Jakarta dan Manado, jadi beda banget rasanya dengan bubur ayam kaki lima,” katanya.

Bagi penikmat pedas, ada juga bubur ayam pedas bundas. Bahkan ada bubur manis seperti Bubur sumsum gula jawa, manggul seafood, bubur sagu ambon, bubur campur (ketan hitam, mutiara, candil, sumsum, sagu) dan bubur sumsum pisang.

“Untuk bubur manis dipatok dengan harga Rp10 ribu, rasa bintang lima harga kaki lima,” katanya.

Selain bubur ada juga nasi goreng, yang best seler nasi goreng spesial. Nasi tumpeng, dan paket nasi kotak untuk take away.

Tunggu dulu, selain rasanya yang enak, pengunjung juga akan dimanjakan dengan suguhan ruangan nyaman full ac, luas, charger setiap meja ada, live musik dan juga ada wifi.

“Juga tempat parkir luas, pegawai menyapa dengan senyum ke setiap konsumen. Dan banyak keistimewaan lain di Warunk Bubur Q_ta,” katanya.

Di masa adaptasi kebiasaan baru, katanya, Warunk buburnya menerapkan social distancing, pemeriksaan suhu tubuh dan penyediaan hand sanitizer.

“Awalnya juga kita buka jam 07.00. Namun karena sudah masuk AKB, kita buka lebih pagi jam 6.00 agar para pekerja bisa sarapan di Warunk Bubur,” tandasnya. (Abas)

Categories: Kronik