Uncategorized

Progres Soetta-Pangsud 83 Persen, Tenggat Waktu Mepet

 

KOTA PROBOLINGGO, eljabar.com – Sisa waktu pengerjaan preservasi Jalan Soekarno Hatta-Panglima Besar Sudirman (Soetta-Pangsud), Kota Probolinggo, hanya hitungan jari. Namun, pekerjaan mayor proyek tersebut masih belum tuntas seluruhnya. Diantaranya, pengaspalan jalan dan pembangunan trotoar di sejumlah titik lokasi penanganan.

Pantauan wartawan eljabar.com memperlihatkan trotoar Jalan Panglima Besar Sudirman di wilayah Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, masih dalam tahap penyelesaian.

Di lokasi ini, dua unit backhoe dan satu unit dump truk terlihat menuntaskan galian saluran yang menggunakan beton pracetak u-ditch. Sebagian galian tanah juga ditemukan jadi material urugan, dipasang di atas saluran u-ditch yang telah tertutup.

Di titik lokasi lainnya sejumlah pekerja sedang menggergaji tebangan pohon yang akarnya telah tercerabut. Pohon tersebut kemudian dipotong seukuran kira-kira sepanjang lengan orang dewasa dan dinaikkan ke atas satu unit dump truck yang siaga.

Di beberapa titik bahu jalan Jalan Pangsud, Kelurahan Kebonsari, terlihat kanstin masih tertumpuk rapi. Demikian juga dengan besi tulangan cor beton untuk trotoar yang tergeletak di bahu jalan.

PPK 1.1 Provinsi Jawa Timur, Wahyu Wibowo, mengatakan, progres volume pekerjaan senilai Rp38,85 miliar tersebut telah mencapai 83 persen.

“Realisasinya terdapat deviasi minus 2 persen, seharusnya sudah 85 persen. Tenggat waktu pelaksanaan hingga 31 Desember 2025,” ujar Bowo saat menerima Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin yang meninjau langsung proyek strategis Kota Probolinggo, di Jalan Soetta, Rabu, pekan kemarin.

Bowo menerangkan, beberapa pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian. Pekerjaan sempat terkendala akibat kebocoran utilitas bawah tanah milik Perumdam Bayuangga.

“Setelah kebocoran pipa air Perumdam berhasil ditangani proses pekerjaan kembali normal,” terang Bowo.

Selain itu, Bowo mengungkapkan bahwa sejumlah pohon terdampak proyek dan harus dicabut dengan akar-akarnya agar tidak merusak konstruksi jalan. Ia bilang pohon tersebut akan diganti dengan penanaman pohon baru.

Bowo memastikan penataan lingkungan tetap menjadi perhatian serius pelaksanaan proyek tersebut. Hal itu sesuai dengan rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo.

“Kontraktor yang melakukan survei bersama DLH Kota Probolinggo,” ungkapnya.

Sementara Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin, berharap salah satu proyek strategis Kota Probolinggo tersebut dapat selesai tepat waktu.

“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bukti kepercayaan pusat terhadap kota kita. Jalan ini menjadi urat nadi mobilitas dan perekonomian. Mari kita kawal agar selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Walikota Probolinggo.

Walikota juga meminta sinergi semua pihak sehingga permasalahan selama pengerjaan proyek dapat dicegah.

Pekerjaan preservasi Jalan Soetta-Pangsud Kota Probolinggo hingga kini terus dikebut. PPK 1.1 maupun Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Jawa Timur, tegas meminta kontraktor pelaksana, yaitu PT Tri Jaya Cipta Makmur, untuk mengerahkan sumber daya sehingga seluruh pekerjaan selesai tepat waktu. Proyek tersebut dilaksanakan berdasarkan kontrak nomor HK.02.03/1691/Bbpjn 5.7.1/2025, tertanggal 24 September 2025 dan waktu pelaksanaan 99 hari kalender. (*)

Show More
Back to top button