Regional

BBWS Brantas Tuntaskan Infrastruktur SDA, Asa Petani Menyala

SURABAYA, eljabar.com — Tim Penanganan Bencana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dinilai sigap dalam menangani laporan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur pengairan imbas kekeringan ekstrim. Sejumlah Poktan/Gapoktan dari wilayah terdampak mengaku puas dengan penangan yang dilakukan.

Seperti laporan warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, yang tergabung dalam Gapoktan Pandan Sari.

“Tanggul Sungai Midun jebol kami khawatir berdampak pada areal 450 hektare yang kami kelola,” kata pengurus Poktan setempat.

Diketahui, lahan pertanian di wilayah tersebut sangat bergantung pada kestabilan pasokan irigasi air permukaan maupun air tanah.

Mengutip informasi akun media sosial resmi BBWS Brantas, menilai tanggul Sungai Midun (Afur) yang jebol pasti berdampak pada lahan pertanian Gapoktan Pandan Sari seluas 450 hektare.

“Penanganan telah dilakukan berdasarkan hasil pemantauan tim terhadap lahan pertanian yang ada di wilayah Situbondo, dan juga Jember, diharapkan penanganan yang telah dilakukan akan mendukung fungsi sumber daya air serta keberlanjutan kegiatan pertanian setempat,” tulis akun resmi BBWS Brantas.

Penanganan dilakukan melalui perbaikan tanggul Afur C.4 dan normalisasi Afur C.1 guna memulihkan fungsi saluran, memperlancar aliran air, dan mengurangi risiko genangan di lahan pertanian.

Informasi BBWS Brantas juga menguraikan tindakan penanganan. Di Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, BBWS Brantas memantau kondisi lahan pertanian seluas 30 hektare milik Gapoktan Karya Rimba yang ditanami padi berusia rata-rata dua bulan pada MT III. Untuk mendukung kebutuhan air irigasi, dilakukan penambahan dua unit pompa dan servis tiga unit pompa.

Sedangkan area pertanian di Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk seluas 80 hektare, panen padi MT III telah selesai dan sebagian lahan mulai ditanami bawang merah pada MT I. Penanaman padi berikutnya direncanakan pada awal Desember. Kebutuhan air saat ini masih tercukupi melalui sumur dangkal, air tadah hujan, dan sumur JIAT SDNJ 1025.

Lahan pertanian di Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, yang terdampak kekeringan juga tak luput dari perhatian BBWS Brantas. Tim yang diturunkan mengidentifikasi kendala pemenuhan air bagi lahan pertanian yang memasuki Musim Tanam (MT) III.

“Lahan pertanian di Sumberagung telah ditanami palawija, terutama jagung dan tebu setelah panen padi pada MT II,” tulis akun media sosial resmi BBWS Brantas.

BBWS Brantas akan berkoordinasi dengan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa), Poktan dan perangkat desa setempat agar mengusulkan normalisasi Embung Sariguno sehingga aliran air dapat berfungsi optimal. Upaya ini diharapkan dapat memulihkan kelancaran aliran air dan mendukung kebutuhan pertanian di wilayah tersebut.

Hal serupa juga dilakukan di Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember yang memiliki lahan teknis seluas 5 hektare. Sumber air dari sawah teknis tersebut dialirkan melalui jaringan BKT 2 Daerah Irigasi (DI) Pondok Waluh. BBWS Brantas telah melakukan pemeliharaan jaringan irigasi sehingga kondisi saluran berfungsi secara optimal dalam melayani kebutuhan pengairan petani.

Lahan pertanian produktif di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan juga mendapat dukungan tangan-tangan ahli Tim Penanggulan Bencana BBWS Brantas.

Dengan menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan, instansi terkait, serta masyarakat setempat, BBWS Brantas menggelar tanam padi bersama Musim Tanam I (MT I). Kegiatan ini mencakup lahan persawahan seluas 260 hektare.

BBWS Brantas menormalisasi saluran afvour, yaitu afvour 7 (sepanjang 1,8 kilometer), afvour 4 sepanjang 10 meter, serta afvour 10 sepanjang 200 meter. Diharapkan, dukungan BBWS Brantas itu dikelola dengan baik sesuai dengan kebutuhan lahan.

Satgas Penanggulangan Kekeringan Wilayah Malang menurunkan pompa Alkon 6 inc telah dimanfaatkan oleh petani anggota Poktan Lestari, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakishaji, Kabupaten Malang. Air dari Sungai Kadalpang yang berjarak sekitar 200 meter akan dipompa untuk mendukung kebutuhan pengairan MT III.

Selain itu, Poktan Bacem Makmur, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar mendapatkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian seluas 10 hektare.

“Sampai 24 Oktober kemarin progres pengeboran telah mencapai kedalaman 27 meter,” tulis akun resmi BBWS Brantas.

Sementara untuk menghadapi MT I lahan milik Gapoktan Rukun Makmur I, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, BBWS Brantas menyiapkan dukungan berupa pompa air, penambahan suplai air serta subsidi BBM operasional pompa.

Hal yang sama juga dialami oleh Gapoktan Karya Tani 2, Desa Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri. Rencananya, BBWS Brantas akan melakukan pengeboran air tanah di dua titik lokasi.

Lahan pertanian seluas 2,5 hektare di Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, BBWS Brantas akan melakukan pengeboran di empat titik lokasi.

“Petani mempersiapkan untuk Musim Tanam 1 bulan Maret nanti, dan BBWS Brantas akan memberikan dukungan untuk ketersediaan air yang dibutuhkan lahan pertanian di Ngebong,” bunyi keterangan yang diunggah akun resmi BBWS Brantas.

Untuk Desa Sambitan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, akan dilakukan normalisasi jaringan irigasi DI Wedoro.

“Untuk memperlancar aliran air sesuai desain rencana saluran sehingga menjangkau lahan yang berada paling jauh,” tulis BBWS Brantas.

Sementara lahan pertanian seluas 25 hektare yang dikelola Gapoktan Tani Makmur, Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, akan dibangun 4 titik sumur bor.

Area pertanian yang terdampak mencapai 25 hektare. Sebagai upaya menambah ketersediaan sumber air untuk kebutuhan irigasi, BBWS Brantas merencanakan pembangunan 4 titik sumur bor. Pengeboran mulai dilaksanakan menggunakan alat Tone UD 5 Tripod dan Pompa Sanchine 120. Hingga Kamis 29 Oktober 2026 sore, kedalaman pengeboran telah mencapai 15 meter. Pembangunan sumur bor ini akan dilanjutkan pada titik-titik berikutnya sampai tuntas.

BBWS Brantas terus berupaya menghadirkan sumber air alternatif dan berkomitmen untuk menjaga fungsi infrastruktur sumber daya air. Hal ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan, menjaga pertumbuhan tanaman, serta mengurangi dampak kekeringan sehingga kegiatan pertanian tetap berkelanjutan. (wan)

Show More
Back to top button