Regional

Progres Bendungan Bagong 61,12 Persen, PPK: Keselamatan Pekerja Jadi Prioritas

TRENGGALEK, eljabar.com – Progres pekerjaan pembangunan Bendungan Bagong di Desa Sumurup dan Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, terus dikebut.

“Secara keseluruhan progresnya telah mencapai 61,12 persen, termasuk paket 4 yang belum terkontrak. Kalau progres paket 1, 2 dan 3 yang terkontrak sudah 85 persen,” ujar Senna Ananggadipa Adhitama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, dikutip Jumat (29/10/2026).

Senna menjelaskan, pihaknya bersama kontraktor, konsultan pengawas serta pihak terkait terus melakukan pengawasan dan evaluasi penerapan K3L pada pengerjaan pembangunan bendungan kedua yang dibangun di Kabupaten Trenggalek tersebut.

“Termasuk juga identifikasi potensi bahaya dan tindak lanjut dari temuan keselamatan sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tutur Senna.

Senna mengungkapkan, pelaksana proyek Bendungan Bagong, yakni Abipraya-Sacna KSO dan PP-Jatiwangi KSO, menerapkan berbagai program K3L selama masa pembangunan.

“Mulai dari Safety Talk, Safety Induction, inspeksi peralatan, Job Safety Analysis (JSA) serta izin kerja, telah dilakukan dengan baik,” ungkap Senna.

Pihaknya menekankan aspek keselamatan kerja dilaksanakan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan kesehatan dan kesiapan kerja serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) hendaknya diawasi secara ketat.

“Penerapan housekeeping untuk menjaga area kerja tetap aman dan tertata juga telah dipenuhi sesuai prosedur,” katanya.

Senna menambahkan, manajemen proyek dan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara rutin melakukan pemantauan. Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kerja (SMK3), pengukuran lingkungan kerja, pelatihan, sosialisasi serta simulasi keadaan darurat juga dilakukan.

“Semua aspek yang kita periksa dan evaluasi tujuannya untuk peningkatan kinerja K3L,” imbuh Senna.

Sementara informasi yang diunggah BBWS Brantas menguraikan bahwa Bendungan Bagong direncanakan memberikan benefit yang strategis. Manfaat tersebut antara lain berfungsi dalam pengendalian banjir dengan reduksi sebesar 85,61 hektare, layanan irigasi seluas 977 hektare, penyediaan air baku 153 liter/detik.

Selain itu Bendungan Bagong juga memiliki potensi energi pembangkit listrik yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung sebesar 18 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 1,5 MW.

“Manfaat lainnya untuk mendukung konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bagong,” pungkasnya.

Melalui penguatan K3L, Senna yakin pembangunan Bendungan Bagong dapat menghasilkan infrastruktur berkualitas yang dilaksanakan secara aman, tertib, dan bertanggung jawab demi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Kepatuhan Intern, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Syauqiyatul Afnani Rangkuti, menilai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pembangunan Bendungan Bagong telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) K3.

“Setelah melihat langsung di lapangan, SOP Keselamatan dan Kesehatan Kerja pembangunan Bendungan Bagong dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan,” tegas Afnani. (*)

Show More
Back to top button