Belum Dibuka Untuk Umum, Bendungan Pidekso Diserbu Pelancong di Awal Tahun 2022 – El Jabar

Belum Dibuka Untuk Umum, Bendungan Pidekso Diserbu Pelancong di Awal Tahun 2022

WONOGIRI, eljabar.com – Belum lama diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni pada Selasa 28 November 2021 yang lalu, potensi wisata Bendungan Pidekso yang menarik, mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan domestik.

Para pelancong yang mendatangi bendungan yang dibangun BBWS Bengawan Solo itu, memenuhi area Bendungan Pidekso, menikmati libuaran awal tahun, Sabtu (01/01/2022).

Mereka yang datang bersama keluarga atau kerabat itu terpaksa harus menelan kecewa. Pasalnya, para pelancong yang berasal dari Kabupaten Wonigiri dan sekitarnya itu, tidak dapat menikmati keindahan Bendungan Pidekso dari dekat. Area fasilitas umum bendungan tersebut seluas 2 hektare, masih belum dibuka untuk umum.

Ketua rombongan pelancong dari Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Kristanto mengungkap, ia beserta rombongan satu RT, tidak dapat memasuki area fasum Bendungan Pidekso.

Kristanto mengaku bahwa dia beserta rombongan pelancong dari RT-nya tidak tahu sudah dibuka atau belum. Namun, informasi Bendungan Pidekso di media sosial yang beredar di masyarakat, membuat antusias warga tinggi dan ingin melihat dari dekat.

“Saya ndak tau dibuka atau belum, tapi kami datang ramai-ramai ingin lihat bendungan yang baru saja diresmikan Presiden,” ujarnya.

Sementara, komunitas pesepeda juga terpaksa balik kanan, setelah mengetahui Bendungan Pidekso masih belum dibuka untuk umum.

Sejumlah pihak menilai, antusias masyarakat, terutama warga lokal untuk berkunjung ke Bendungan Pidekso merupakan indikator awal bagi manfaat sektor pariwisata bendungan.

Menara pantau, tempat ibadah dan museum yang ada di area fasum Bendungan Pidekso menambah daya tarik masyarakat.

Sementara itu petugas keamanan Bendungan Pidekso membenarkan jika bendungan tersebut belum dibuka untuk umum.

Danang Suryo, petugas keamanan itu mengatakan Bendungan Pidekso masih ada pekerjaan finishing yang masih berlangsung.

Bahkan, sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo bendungan ini, menurut Dadang, sudah ramai dikunjungi warga.

“Setelah diresmikan makin ramai, tapi ini masih ditutup untuk yang tidak berkepentingan,” tegasnya.

Sebelumnya, Project Manager PT PP (Persero), Nur Eko mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menyelesaikan pekerjaan jalan yang melingkari Bendungan Pidekso. Hingga menjelang diresmikan, ia mengaku sedang menangani jalan lingkar tersebut.

Terpisah, peneliti isu-isu kebijakan publik dari Surabaya Institute Governance Studies (Sign’S), Bethari Kreswandha menilai tepat tindakan BBWS Bengawan Solo untuk menutup Bendungan Tugu.

Pihaknya meyakini, hak itu dilakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat sampai pihak BBWS Bengawan Solo menyatakan dibuka untuk umum.

“Apalagi masih ada aktivitas pekerjaan kecil, seperti perapihan atau pembersihan, kan lebih baik ditutup dulu. Jadi, masyarakat juga harus sabar,” kata Bethari.

Selanjutnya Bethari juga menyarankan agar pengelolaan wisata Bendungan Pidekso, tidak mengganggu fungsi utama bendungan tersebut.

“Sebaiknya pengelolaan wisata tidak mengganggu fungsi utama bendungan seperti retensi banjir, air baku dan irigasi,” tandasnya. (*wn)

 

 

Categories: Nasional